Serangan pesawat tak berawak atau drone menghantam pangkalan udara yang digunakan oleh tentara bayaran dari kelompok paramiliter Rusia, Wagner di timur Libya. Dilansir Al Jazeera, asal serangan Jumat (30/6/2023) dini hari di pangkalan udara Al Kharruba, 150 kilometer (90 mil) barat daya Benghazi, tidak jelas tetapi tidak menimbulkan korban. Menanggapi serangan tersebut, pemerintah membantah bahwa pihaknya bertanggung jawab atas hal tersebut.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mohamad al Haddad membantah pihak berwenang yang berbasis di Tripoli ada hubungannya dengan serangan itu. “Tidak ada pesawat kami yang menargetkan situs mana pun di timur,” kata al Haddad, menurut situs berita Libya Addresslibya. "Laporan ini ditujukan untuk memicu perang baru antara saudara Libya dan melibatkan Libya dalam konflik regional," imbuhnya.
Laporan yang dibagikan oleh situs berita Libya dan Arab mengatakan serangan udara diluncurkan dari pesawat milik pemerintah yang diakui PBB di Libya yang dilanda konflik. Aiman Khawatir HP Disita Saat Pemeriksaan Kasus Aparat Tak Netral: Semua Data Saya Ada di Sana Kerap Diperintah Tak Masuk Akal, Sopir di Gresik Curi dan Gadaikan Mobil Majikannya
Cerita Mistis Suami Antar Istri Melahirkan, Ternyata ke Rumah Sakit Angker Tak Berpenghuni Pantas Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Ternyata Jimat Menang Pilkades, Diberi Guru Spiritual Ramalan Zodiak Karier Besok Sabtu 27 Januari 2024: Gemini Diuji, Sagitarius Panen, Leo Koneksi Halaman 4
Ngamuk Tak Dijenguk Anak saat Sakit, Lansia Wariskan Rp44 M ke Kucing dan Anjing, Isi Wasiat Diganti Pangkalan Kelompok Tentara Bayaran Wagner di Libya Dihantam Serangan Drone Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4
"Kami terkejut dengan laporan tersebut," kata kementerian pertahanan, menurut televisi Libya Al Massar. “Kami menghormati gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober 2020," ucapnya. Kementerian itu merujuk pada gencatan senjata dengan Jenderal Khalifa Haftar yang berbasis di timur yang mengakhiri serangannya yang gagal pada 2019 2020 di ibu kota.
Pejuang dari kelompok Wagner, bersama yang lain dari Chad, Sudan, Niger dan Suriah, membantu Haftar dalam pertempuran untuk Tripoli. Tentara bayaran Wagner tetap aktif di Libya timur yang kaya minyak serta selatan negara itu, meskipun beberapa pergi berperang di Mali atau di Ukraina, mendukung invasi tentara Rusia.