Bendera nasional Ukraina berkibar di atas wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia saat Kremlin mengadakan pemilu palsu di empat wilayah jajahannya pada Sabtu (9/9/2023). Militer Ukraina berhasil meluncurkan bendera raksasa yang ditempelkan pada balon berisi helium dan menerbangkannya ke kota terbesar ketiga di negara itu. Bendera Ukraina itu dikibarkan di Kota Avdiivka, Donetsk, untuk merayakan hari jadi Kota Avdiivka pada Sabtu (9/9/2023).
Balon tersebut kemudian bergerak ke selatan menuju kota yang diduduki, membuat kesal pasukan Rusia, yang mencoba menembaknya. “Hari ini adalah peringatan 245 tahun berdirinya Avdiyivka (Avdiivka). Kami memulai hari dengan aktivitas mengibarkan bendera negara dengan balon ke langit,” kata Vitaliy Barabash, Kepala Pemerintahan Militer Kota Avdiivka kepada Suspilne , pers Ukraina. “Balon itu terbang di atas Donetsk,” lanjutnya.
“Kami sudah bisa mendengar intersepsi tersebut, mereka (Rusia) sedikit marah karenanya,” tambah Barabash. SDI Rilis Hasil Survei Nasional Terbaru, Begini Elektabilitas Ketiga Paslon Pilpres Pilpres 17 Hari Lagi, Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini, Elektabilitas Anies, Prabowo, dan Ganjar?
Jadwal Liga Inggris Pekan 22 Tayang SCTV dan Moji, Man City, Man United, Liverpool, Arsenal, Chelsea Ralat Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024 Internasional, Paslon Terkuat tak Jadi Menang 1 Putaran Bela Virgoun yang Ngotot Penjarakan Inara Rusli, Febby Carol Singgung Aib: Maunya Menang Sendiri Halaman 3
Partai dan Capres Terkuat Versi Polling Capres 2024, Cek Hasil Survei Elektabilitas Capres Terbaru Live Skor Persekat vs Persipura Berlangsung, Cek Hasil Susunan Pemain Playoff Degradasi Liga 2 2023 Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4
“Mereka (Rusia) mencoba menembaknya. Namun di distrik Donetsk di Kyiv, negara bagian yang benderanya sudah berkibar,” lanjutnya. Sementara itu, di Donetsk dan wilayah lain yang diduduki Rusia, pihak berwenang Rusia mengadakan pemilu yang dikecam sebagai pemilu palsu oleh Ukraina dan negara negara Barat. Pemungutan suara untuk badan legislatif yang dibentuk Rusia dimulai pada akhir pekan di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Pemungutan suara itu, yang akan berakhir pada Minggu (10/9/2023), disebut sebagai “pemilihan palsu” oleh Kementerian Luar Negeri Ukraina dan Dewan Eropa. "Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, yang terus diabaikan oleh Rusia," kata mereka, dikutip dari The New York Post . Negara negara Barat juga berselisih dengan Rusia terkait pemungutan suara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB.
"Anda tidak dapat menyelenggarakan pemilu di negara lain,” kata Barbara Woodward, Duta Besar Inggris. Namun, duta besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, membela keputusan itu dan mengatakan, "Masyarakat secara aktif dan sadar memilih masa depan mereka bersama Rusia.” Seorang pejabat Rusia yang terlibat dalam pemilu di empat wilayah jajahan Rusia, mengatakan tujuan negaranya.
Pemilu di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson bertujuan untuk memperkuat kendali Rusia atas wilayah Ukraina tersebut. “Tujuan utama yang ingin dicapai Kremlin melalui pemilu ini adalah untuk melegitimasi pihak berwenang dan menunjukkan bahwa penduduk wilayah ini bersekutu dengan (Rusia),” kata seorang pejabat pemerintah Rusia yang tidak mau disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk membahas secara terbuka strategi pemilu. “Semua (kampanye pemilu) ini dimaksudkan untuk menunjukkan integrasi politik mereka ke Rusia,” katanya kepada The Moscow Times.
Selain untuk membangun legitimasi, pemungutan suara yang mungkin ditunda karena darurat militer di empat wilayah tersebut, juga bertujuan untuk menunjukkan kepada publik Rusia, perang melawan Kyiv “berjalan sesuai rencana,” kata para ahli.