Anies Baswedan mengungkapkan adanya deadlock atau jalan buntu yang dihadapi partai partai dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Di dalam acara Mata Najwa yang juga dihadiri oleh Muhaimin Iskandar itu, Anies menceritakan Tim 8 pada akhir Agustus lalu mengalami deadlock terkait dengan calon wakil presiden. Tim 8 adalah tim kecil yang dibentuk untuk memilih calon wakil presiden bagi Anies Baswedan. Anggota Tim 8 berasal dari perwakilan Anies Baswedan dan perwakilan partai koalisi yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS.
Anies Baswedan mengatakan sejak Juni 2023 dirinya sudah menyampaikan satu nama untuk cawapres yakni Agus Harimurti Yudhoyono. Namun kemudian ada perbedaan pandangan dari Partai Demokrat dan Partai Nasdem terkait waktu pendeklarasian. Partai Demokrat ingin agar pendeklarasian dilakukan dengan cepat. Adapun Partai Nasdem tidak menolak nama AHY dan menginginkan agar pendeklarasian dilakukan tidak terburu buru sambil melihat apakah ada opsi lainnya. “Dalam hal ini ada beberapa fakta yg terpaksa harus saya sampaikan. Bahwa pada (tanggal) 27, 28, 29 Agustus percakapan insentif di TiM 8. Pada tanggal 28 Agustus terjadi perbedaan pandangan yang tidak bisa dipertemukan.”
“Terjadi (perbedaan) pandangan sangat keras, bahkan sampai gebrak meja. Demokrat ingin (pasangan capres cawapres) ditetapkan segera, Nasdem (ingin) ditetapkan nanti sambil menunggu opsi lain,” jelas Anies. SDI Rilis Hasil Survei Nasional Terbaru, Begini Elektabilitas Ketiga Paslon Pilpres Pilpres 17 Hari Lagi, Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini, Elektabilitas Anies, Prabowo, dan Ganjar?
Jadwal Liga Inggris Pekan 22 Tayang SCTV dan Moji, Man City, Man United, Liverpool, Arsenal, Chelsea Ralat Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024 Internasional, Paslon Terkuat tak Jadi Menang 1 Putaran Bela Virgoun yang Ngotot Penjarakan Inara Rusli, Febby Carol Singgung Aib: Maunya Menang Sendiri Halaman 3
Partai dan Capres Terkuat Versi Polling Capres 2024, Cek Hasil Survei Elektabilitas Capres Terbaru Live Skor Persekat vs Persipura Berlangsung, Cek Hasil Susunan Pemain Playoff Degradasi Liga 2 2023 Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4
Kemudian, di tengah situasi ini muncul opsi yakni mengundang PKB dan menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Anies menuturkan nama Muhaimin Iskandar yang diajukan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sebagai cawapres ini juga merupakan sesuatu yang logis. “Apabila Pak Surya Paloh mengajukan nama yang tidak relevan dengan usaha pemenangan, dan saya menjalankan, maka saya (bisa dibilang) petugas partai. Semata mata menjalankan. Tapi, apabila nama yang dibawa sesuai kebutuhan kita, seperti yang saya bilang bahwa di bulan Juni (2023) kepada semua, saya sudah katakan kita perlu undang PKB karena kita lemah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kita perlu partai basis kuat di sana. Jadi ada nama ini, sesuai kebutuhan,” jelas Anies.
Pada akhirnya, ditetapkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar untuk nantinya didaftarkan sebagai capres cawapres pada Pilpres 2024.